Monday, 7 January 2019

FAKTA TENTANG OTAK ALBERT EINSTEIN YANG MENGGEMPARKAN DUNIA


18 April 1955, fisikawan Albert Einstein menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Princeton, New Jersey, Amerika Serikat. Pencetus Teori Relativitas itu meninggal dunia pada usia 76 tahun setelah dirawat selama tiga hari karena komplikasi penyakit.

Dalam tahun-tahun terakhir sebelum meninggal, Einstein mengasingkan diri dan menghabiskan waktunya seorang diri di rumahnya, meski ketika itu ia masih tercatat sebagai Guru Besar di Institute for Advanced Study di Princeton University.


       Presiden Amerika Serikat kala itu, Dwight Eisenhower menyatakan rasa duka citanya atas kepergian ilmuwan paling tenar abad itu. "Tak ada ilmuwan lain yang kontribusinya begitu besar seperti Einstein. Kekuatan, kebijakan dan pengetahuannya sungguh patut diapresiasi," ujar dia, seperti dimuat BBC on This Day.

Berikut beberapa fakta tentang otak Albert Einsten

1.   Otak Albert Einstein diteliti oleh ahli patologi Thomas Harvey MD tanpa izin dari keluarga


Ketika fisikawan tersebut meninggal di New Jersey, ahli patologi Thomas Harvey, MD,
mengotopsi tubuh dan mengambil otak Einstein tanpa izin dari keluarga tersebut.
Harvey sebenarnya mendapat izin untuk menjaga otak, itu juga hanya dengan syarat digunakan untuk penelitian ilmiah.

Selama beberapa dekade, Harvey menyimpan otak salah satu penemu terbesar di dunia  dalam stoples kaca.
Kadang-kadang ada di kotak sari buah di bawah pendingin bir.

Harvey membedah otak menjadi 240 blok dan menghasilkan 1.000 irisan mikroskopis dari  jaringan otak, dan mengirimkan potongan otak tersebut ke seluruh ilmuwan yang ada  didunia kecuali ilmuwan dari indonesia J  

2.    Ternyata otak Albert Einstein tidak normal ( Gila )

Ilmuwan yang telah memeriksa otaknya telah menyimpulkan bahwa itu tidak normal. Otak Einstein memiliki berat kurang dari otak pria dewasa rata-rata sekitar 12.247 gram dibawah 13,60 gram, wilayah parietal inferior otak 15% lebih besar daripada otak rata-rata.
Beberapa ilmuwan berpikir bahwa otaknya tidak memiliki celah anatomis yang disebut fisura Sylvian.

Neuroscientists berspekulasi bahwa hal itu menambah keterampilan penalaran dan        matematis Einstein.

Selain itu, otak Einstein tidak memiliki beberapa perubahan degeneratif yang biasanya ada  pada pria berusia 76 tahun.
Terlepas dari pengamatan ini, sumber kejeniusan Einstein tetap menjadi misteri.

3.    Harvey akhirnya menyumbangkan sisa otak Einstein ke departemen patologi di Rumah Sakit Princeton setelah meneliti otak sang fisikawan tersebut

Setelah Thomas Harvey, MD meneliti bagian otak Albert Einstein akhirnya sisa otak einstein disumbangkan ke Rumah Sakit Princeton.

Museum Mütter menerima bagian otak dari Lucy B. Rorke-Adams, MD, Neuropatologi Senior di Rumah Sakit Anak Philadelphia dan Profesor Klinik Patologi, Neurologi, dan Pediatri di Universitas Pennsylvania.
Dia adalah anggota lama The College of Physicians of Philadelphia.


Itulah tadi beberapa fakta otak Albert Einstein fisikawan asal Germany yang telah diotopsi dan diteliti oleh seluruh ilmuwan didunia.